Tips Sebelum Membeli Rumah KPR

Cara membeli rumah KPR

Tips Sebelum Membeli Rumah KPR – Harga properti semakin naik dari tahun ke tahun. Dari itu membuat beberapa orang dengan penghasilan pas-pasan sulit untuk membeli rumah secara tunai, membeli rumah dengan KPR adalah solusinya.

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR adalah cara pembayaran alternatif bagi siapapun yang ingin memiliki hunian sendiri. Dengan kata lain, arti KPR adalah kredit yang diberikan kepada pembeli rumah untuk mencicil rumah.

Tentunya, cicilan ini disertai dengan bunga dan jangka waktu yang sudah disetujui. Sistem pelunasan KPR adalah pembayaran down payment awal, lalu pengangsuran sisanya dalam waktu tertentu.

Lalu bagaimanakah cara membeli rumah secara KPR dan? Berikut ulasannya beserta tips membeli rumah KPR.

 

Cara Membeli Rumah Secara KPR

Untuk beli rumah KPR ini maka kamu harus memahami cara membeli rumah secara KPR, berikut beberapa prosedur atau tahapan dan langkah-langkah berikut ini:

1. Temukan Rumah Sebelum Kamu Beli Rumah KPR

Langkah pertama untuk bisa memiliki rumah secara kredit adalah dengan menentukan rumah yang akan dibeli.

Untuk bisa menentukan rumah ini, kamui bisa melakukan dua hal. Pertama, dengan mendatangi bank dan minta informasi lokasi-lokasi rumah yang tersedia untuk kredit KPR.

Kedua, mencari sendiri rumah atau perumahan melalui koran, internet, survei langsung ke beberapa lokasi atau info dari iklan tentang rumah KPR ini.

Agar lebih efektif, ada baiknya kamu mencari beberapa pilihan atau alternatif rumah yang akan dibeli untuk nantinya kamu bandingkan dari sisi harga, kemudahan proses kredit KPR rumah, dan lain-lain.

2. Tanyakan Segala Hal Terkait Rumah Tersebut Sebelum Membeli Rumah Dengan KPR

Setelah rumah target KPR sudah dipilih, tahap selanjutnya kamu harus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan rumah tersebut.

Hal-hal yang perlu kamu tanyakan antara lain adalah seperti harganya, berapa uang mukanya, cicilannya, berapa biaya tanda jadinya.

Hal lain yang juga harus ditanyakan yaitu apakah rumah itu sudah dibangun atau baru akan dibangun setelah bayar uang muka.

Lihatlah gambar denah dan desain dari rumah tersebut, pastikan lokasinya dengan benar. Jangan lupa juga untuk melakukan cek fasilitas rumah dan perumahan.

Jika rumah KPR ini baru akan dibangun, kamu harus bisa memastikan waktu atau lamanya rumah dibangun. Tanyakan pula bagaimana proses kredit KPR rumah nantinya.

3. Membayar Tanda Jadi

Ketika semua informasi sudah kamu dapatkan secara gamblang dan jelas, maka saatnya menuju langkah berikutnya yaitu membayar tanda jadi.

Tanda jadi ini seperti tanda booking yang merupakan bukti pemesanan rumah atau kavling supaya rumah yang kamu inginkan tidak lantas dibeli orang lain atau juga supaya harganya tidak naik jika tidak segera dibayar.

Umumnya setiap developer memiliki aturan yang berbeda-beda terkait tanda jadi ini. Ada beberapa developer yang membebaskan tanpa batas waktu.

Ada juga yang mengharuskan bayar uang muka setelah beberapa waktu, namun ada pula developer yang hangus bila tidak jadi.

4. Bayar Uang Muka KPR

Setelah membayar tanda jadi, langkah selanjutnya dari prosedur pembelian rumah secara kredit ini adalah membayar uang muka KPR.

Beberapa developer menyatakan bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian uang muka. Jadi jika aturannya demikian, maka kamu hanya perlu membayar sisanya saja.

Uang muka yang telah kamu bayarkan ini akan dikembalikan jika pengajuan KPR rumah kamu ternyata mengalami penolakan oleh pihak bank.

5. Ajukan KPR Ke Pihak Bank

Berikutnya setelah uang muka dilunasi, maka kamu harus mengajukan kredit KPR ke Bank yang sesuai dengan pilihan kamu.

Para proses ini umumnya developer akan membantu kamu mengurus pengajuan ini ke bank yang sudah menjadi partnernya.

Tapi bila kamu memilih Bank yang bukan partner developer maka kamu akan diminta untuk memproses pengajuan kredit KPR rumah ini sendiri.

 

Tips Sebelum Membeli Rumah KPR

Tidak usah berlama-lama lagi, yuk langsung simak tips-tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu yang wajib kamu ikuti, di antaranya:

1. Cek Riwayat & Reputasi Developer

Tips membeli rumah dengan KPR agar tidak tertipu yang pertama adalah sudah pasti mengecek riwayat dan reputasi dari developer rumah tersebut.

Janganlah kamu tergesa-gesa saat memilih developer, karena kalau kamu salah memilih, maka risiko kerugian yang ditimbulkan pun besar.

2. Jangan Cepat Tergiur Harga Murah

Tips beli rumah KPR agar tidak tertipu selanjutnya adalah jangan mudah tergiur dengan harga rumah yang murah apalagi ditambah bonus dari pengembangnya.

Walaupun membeli rumah dari pengembang terkenal akan cenderung lebih mahal, namun hal itu akan setara dengan kualitas yang kamu rasakan.

Perlu diingat juga bahwa saat ini ada banyak perusahaan yang baru merintis ingin ikut-ikutan merambah ke bisnis perumahan sebab keuntungannya yang berprospek tinggi.

Oleh karena itu, lebih baik kamu membayar harga sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya jauh lebih sempurna, setuju tidak?

3. Pastikan Legalitas Tanah

Tanah milik developer tersebut harus memiliki Hak Guna Bangunan atau HGB. Status HGB ini mempunyai masa waktu tertentu.

Juga harus selalu diperpanjang statusnya jika developer belum membereskan pengelolaan lahan perumahan tersebut.

Kalau kamu masih ragu, kamu bisa langsung mendatangi Dinas Pertanahan setempat. Minta kepada mereka untuk mengecek riwayat status HGB pada tanah perumahan tersebut.

Sebagai informasi, terdapat 2 jenis HGB, yaitu tanah milik negara dan Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

4. Periksa garansi booking fee

Saat kamu telah memutuskan untuk membeli suatu rumah dari developer, umumnya kamu akan diminta kepastian dengan membayar booking fee.

Besaran uang yang dibayarkan sebagai booking fee antara satu developer dengan developer lainnya berbeda-beda, dari range Rp3 juta rupiah hingga paling tinggi Rp10 juta.

Kamu juga perlu memeriksa apakah kamu menerima kesepakatan tertulis mengenai pemesanan rumah.

Hal itu termasuk garansi booking fee yang bisa kembali apabila proses pengajuan KPR kamu tidak disetujui oleh bank.

5. Cek Proses Penyelesaian Sertifikat

Memastikan bahwa sertifikat rumah yang ingin kamu beli masih atas nama developer termasuk tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu.

Hal tersebut artinya akan ada proses balik nama sertifikat rumah menjadi milik kamu.

Penting juga untuk kamu cek secara berkala kepada pihak developer, berapa lama penyelesaian sertifikat tersebut, walau biasanya hal itu tertulis di dalam surat perjanjian jual beli rumah.

6. Jangan Bayar DP Sebelum KPR Disetujui

Tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu selanjutnya adalah jangan pernah mau untuk membayar DP kepada developer sebelum KPR kamu disetujui dari bank.

Walaupun developer tersebut bekerja sama dengan bank terkait, hal itu tidak menjamin pengajuan KPR kamu akan disetujui oleh bank.

Melihat contoh kasus seperti ini, dimana DP sudah dibayarkan kepada developer tapi KPR belum disetujui atau bahkan ditolak oleh bank, maka DP tersebut akan susah untuk di-refund.

7. Tandatangan PPJB

Tanda tangan PPJB. Ini merupakan hal penting sebagai tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu. Biasanya ketika kamu telah disetujui untuk mengajukan KPR di bank.

Kamu akan membayar DP ke developer yang besarnya kurang lebih 20%. Setelah membayar DP tersebut, dibuatlah PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli.

PPJB harus kamu baca dan pahami secara rinci serta teliti sebelum menandatanganinya. Hal itu bertujuan guna memastikan bahwa isi dari PPJB telah sesuai dengan kesepakatan antara kamu dan developer.

8. Memilih Sistem Pembayaran KPR

Tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu nomor 8 adalah memilih sistem pembayaran KPR yang tepat. Jangan sampai kamu tergiur dengan bayaran DP murah dengan bunga yang rendah.

Cermatlah dalam memilih produk KPR, selain KPR konvensional, kamu juga bisa pilih KPR Syariah dan KPR Sejahtera.

Di sisi lain juga, perhatikan kemudahan sistem pembayarannya, apakah terdapat biaya tersembunyi yang wajib dibayar di luar harga rumah atau tidak.

9. Lihat Langsung Wujud Rumah Yang Ingin Dibeli

Dalam membeli rumah baik itu rumah baru atau bekas, sangat penting untuk melihat langsung atau survei wujud rumah yang ingin kamu beli.

Jangan sampai kamu hanya melihat dari internet atau sebaran brosur dari developer saja.

Dengan kamu survei langsung ke rumah yang ingin kamu beli, hal itu bisa lebih meyakinkan kecocokan hati kamu terhadap rumah tersebut.

Selain itu, kamu bisa membuat rencana terhadap pembangunan atau renovasi rumah yang akan dilakukan di kemudian hari.

10. Pantau Proses Pembangunan Rumah

Tips membeli rumah agar tidak tertipu selanjutnya adalah memantau proses pembangunan rumah. Umumnya, lamanya proses pembangunan setiap rumah itu bermacam-macam.

Mulai dari 6 bulan hingga 3 tahun, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan desain rumah itu sendiri.

Lakukanlah hal ini secara rutin, pastikan bahwa apa yang dikerjakan pada rumahmu sesuai dengan apa yang tertulis di perjanjian jual-beli rumah.

Jika terdapat kesalahan atau kelalaian dalam pembangunan rumah, kamu bisa menuntut developer karena sudah melanggar perjanjian.

11. Buat AJB & Ubahlah HGB Menjadi SHM

Setelah beberapa bulan rumah kamu selesai dibangun, maka kamu sebagai debitur KPR harus secepatnya meminta developer untuk membuat Akta Jual Beli (AJB).

Dokumen tersebut adalah bukti legalitas kepemilikan pertama atas rumah kamu. Setelah membuat AJB, disarankan untuk kamu langsung mengubahnya menjadi SHM atau Sertifikat Hak Milik.

Tujuannya, agar saat SHM tersebut diberikan kepada bank sebagai jaminan KPR, tertulis nama kamu sebagai pemilik rumah.

Biasanya proses ini dikerjakan bersamaan dengan notaris saat kamu menandatangani AJB.

12. Pastikan Garansi Retensi Atau Bangunan

Perlu kamu ingat untuk meminta garansi retensi atau bangunan kepada developer. Pastikan garansi yang kamu minta dapat tertulis dengan benar dan sah.

Biasanya, garansi yang diberikan adalah minimal 6 bulan setelah rumah selesai dibangun.

Sehingga, jikalau terdapat kerusakan yang disebabkan bukan kesalahan pemilik maka developer yang akan memperbaikinya.